Kamis, 23 Juli 2015

Catatan Ramadhan

Ramadhan di Jepang, sebagaimana yang dirasakan oleh orang-orang Indonesia lainnya yang merantau sudah pasti memiliki suasan yang berbeda. Alhamdulillah saya memperoleh kesempatan shaum dan lebaran jauh dari keluarga di negeri ini. Pengalaman yang mengajarkan bahwa keindahan merantau adalah saat kita sadar bahwa ternyata ada yang sudi merindukan kita dan ingin selalu bersama kita.

Ramadhan kali ini bertepatan dengan awal musim panas. Di sini waktu subuh dimulai pukul tiga pagi dan waktu magrib pukul tujuh lewat sepuluh menit. Cukup lama dibandingkan di tanah air. Godaan makan dan minum bukan menjadi halangan bagi saya, karena saya sudah biasa berpuasa sedari kecil. Yang menjadi tantangan adalah kerinduan akan suasana ramadhan di tanah air, hal-hal kecil seperti dibangunkan sahur, makan sahur bersama, berburu makanan takjil, dan kemeriahan ramadhan di sudut-sudut kota.

Di sini, untuk mengurangi rasa sepi, saya sering berbuka di masjid. Lumayan mengobati kangen, meskipun hidangan yang disajikan bukan khas tanah air tapi khas kawasan India. Di Masjid Mie tiap hari diadakan iftar dan sahur bersama. Semua orang dipersilakan datang, dari berbagai negara, etnis, bahkan agama. Saya mengundang beberapa teman laboratorium saya untuk mencoba suasana iftar di Masjid. Mereka sangat menikmati hidangan dan banyak bertanya tentang Shalat dan Ibadah ummat Islam. Bahkan satu teman saya minta diajak lebih dari sekali. Saya senang menjelaskan sekemampuan. Prinsip saya, mereka tidak harus menjadi islam untuk mengenal Islam. Hidayah, hanya Dia yang berhak.

Oh ya, banyak hal yang ditanyakan teman hingga sensei kepada kami terkait ramadhan dan shaum. Contohnya: 1. Kamu tidak makan dan minum seharian? apakah tidak mati? 2. Mengapa danjiki (puasa) dimulai hari kamis? tidak senin? 3. Apakah hari minggu libur? 4. Apakah boleh minum sedikit saja di saat tidak ada orang? dsb. Pertanyaan-pertanyaan tersebut kami coba jelaskan dengan sejelas mungkin, dengan harapan mereka sedikitnya tergerak mengenal Islam.

Sepinya suasana ramadhan tentu tidak jauh berbeda dengan idul fitri-nya. Bahkan idul fitri tahun ini bertepatan dengan angin topan (taifun) yang cukup besar. Angin topan tersebut terjadi dari sore malam takbiran, bahkan jam kuliah sore ditiadakan karena angin bertiup sangat kencang. Di hari H idul fitri pun, kami harus cukup berjuang ke masjid karena angin msih bertiup sangat kencang.

Salat idul fitri ditunda dan baru dilaksanakan pukul sepuluh. Meskipun demikian, suasana cukup khidmat dan ramai. Selepas shalat id dilakukan musafahah, kemudian kami bersama-sama makan penganan ringan yang disediakan masjid. kemudian, kami menunggu shalat Jumat. Seusai shalat jumat kami makan nasi briyani.

Di hari minggu, Perhimpunan Pelajar Indonesia Mie bekerja sama dengan Pelajar Malaysia mengadakan acara idul fitri di dormitotri. Kami ingin mengenalkan budaya idul fitri kepada seluruh masyarakat dunia, baik warga pribumi Jepang, dan mahasiswa asing yang tinggal di dormitory. Kami mengundang beberapa professor dan dosen, teman laboratorium, teman sekamar di dormitori, dan kenalan untuk ikut bersama-sama merayakan idul fitri. Kami sungkeman dan bermaaf-maafan dengan dosen berperan seperti orang tua, Alhamdulillah, ini sebagai syiar Islam dan budaya idul fitri di tanah Melayu dan indonesia.

(Sebetulnya idul fitri tahun ini cukup sedih bagi saya, karena di saat yg sama, ibu saya dirawat di rumah sakit, Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan kembali pulang).
Buka bareng di masjid, ajak temen lab.

Seusai Id dan Musafahah

'kore wa lontong desu...'

Sungkeman dan musafahah

Berfoto bersama di acara Idul Fitri Indonesia Malaysia

opoooooooor





















Minggu, 05 Juli 2015

Catatan Awal Bulan Keempat: Summer Concert Mie Daigaku Orchestra

Malem minggu dapet tiket gratisan (yang emang gratis) dari ceu mpit untuk nonton orkestra berhubung beliau ada acara main ke tempat lain. Alhamdulillah dikarenakan hari minggu tak ada rencana selain hunting foto, ya sudah, jadilah nonton orkestra. Pagelaran ini diadakan di Auditorium Kampus (Sensui Hall). Grup yang tampil adalah grup UKM kampus Mie sendiri. Konser ini gratis, jadi siapapun boleh masuk selama persediaan tiket masih ada.

Lagu yang dimainkan orkestra ini sangat menarik bagi saya. mereka menampilkan berbagai judul lagu. Konser ini dibagi dua bagian: Klasik dan lagu Pop. Karena saya bukan pendengar musik orkestra, cuma beberapa lagu populer yang saya ingat antara lain: Tequilla (lagu yang ditampilkan Swing Girls di akhir-akhir film), OST Harry Potter and the Sorcerer Stone, dan lagu penutup Ue O Muite Aruko atau populer dengan Sukiyaki alias Nyanyian Kode nya warkop.

Saya tidak mengambil gambar atau rekaman karena di Jepang, di setiap konser orkestra hingga band, mengambil foto dan merekam sangat dilarang. Yah, akhir pekan yang lumayan menyegarkan, hatur nuhun tiketnya mpit, lumayan, teu ngantri.

Poster dan Leafletnya

Playlist-nya





Sabtu, 04 Juli 2015

Catatan Awal Bulan Keempat: 龍踊り


Ryu-Odori (Tari Naga)

Bila di Indonesia biasany kita melihat pertunjukkan Liang Liong bersama Barongsay ketika Imlek, maka di Jepang sebagai sesama Asia Timur, ternyata ada tarian yang mirip. Tarian tersebut dinamakan Ryu-Odori, Ryu=Naga.

Malam tadi, tanggal 5 Juli, saya berkesempatan melihat tarian dan arak-arakannya di sekitar kampus. Naga ini diangkut oleh seratus orang laki-laki dan diarak berkeliling sekitar area Kurimamachiya-cho. Tidak hanya naga, arak-arakan ini juga dimeriahkan berbagai tetabuhan dan berbagai macam petasan. Jadi bila di Indonesia, sekarang sedang musim razia petasan, di sini justru anak-anak bisa melempar petasan bahkan di depan Polisi, hehehe.

Mengarak Naga

Ada hal yang unik dari tari naga ini dibandingkan tari naga di China. Di sini, pengarak hanya memakai celana dalam saja (Fundoshi). Jadi selain melihat naga, banyak para gadis yang cukup terhibur melihat bagian belakang para pemuda pengarak, hehehe.





Hanabi

Kepala Naga

Naga dipandu dengan bola 'api'



Catatan Awal Bulan Keempat

Cuma mau posting beberapa foto yang diambil di Indonesia, baru sadar, belum pernah mengalbumkan.

Biru

Cici Padi

Mendulang Emas, Cineam

Mendulang Emas, Cineam

Fly

Tweet

Axis

'Strawberry'

Lepas Landas

Keindahan 'Kecil'

Local Resident

Turis dari Asia Timur

Sunset

Lovely