Minggu, 07 Juni 2015

Catatan Awal Bulan Ketiga: Saioh Matsuri

Saioh

Sabtu Minggu pertama pada bulan Juni (Roku gatsu), di kota Meiwa, Prefektur Mie, diadakan Saioh matsuri. Festival Saioh ini diadakan untuk melanjutkan tradisi pemilihan putri yang akan dipersembahkan untuk Dewi Amaterasu Omikami di kuil suci umat Shinto jepang di Ise, yaitu Ise Jingu (Ise Grand Shrine). Lokasi matsuri ini berada di daerah Saiku, tepat di sebelah stasium Saiku (Saiku eki). Lokasi matsuri ini merupakan situs bersejarah kekaisaran periode Asuka, yang terkait erat dengan agama Shinto.


Akhirnya, bisa lihat tukang ikan ini LIVE

Muda mudi berkimono dan yukata di Matsuri

Saioh adalah sebutan untuk kerabat perempuan kaisar, biasanya putri atau saudari yang dipersembahkan untuk melayani Ise Jingu. Sistem saioh dimulai sejak 1300 tahun yang lalu, dan bertahan selama 660 tahun sejak periode Asuka. Saioh pertama adalah Putri Oku, putri tertua Kaisar Tenmu. Putri Oku merupakan putri pertama yang dikirim dari Kyoto menuju Saiku, untuk dipersiapkan, dan selanjutnya menuju ke Ise, untuk melayani Dewi Amaterasu di Ise Jingu.
Seorang Saioh tidak boleh menikah seumur hidupnya, beberapa dipisahkan dari kekasihnya, beberapa memilih mengakhiri hidupnya untuk membuktikan kesuciannya, beberapa diceritakan hidup menderita tanpa cinta, meninggalkan kekasihnya di pelabuhan (ini uraian dari situs http://saioh.sub.jp/, situs resminya matsuri ini, hehe).
Matsuri ini berlangsung dua tahap, yaitu hari sabtu malam, merupakan pengumuman siapa yang menjadi Saioh berikutnya, untuk menggantikan Saioh tahun sebelumnya. saioh ini dipilih dari warga Jepang biasa. Seleksi menjadi seorang Saioh dilakukan pada bulan Maret, periode aplikasinya sendiri dimulai dari Desember hingga Februari. Pemilihan Saioh kini dilakukan oleh komite yang terdiri dari Walikota Meiwa dan perwakilan sponsor. Gadis yang terpilih akan menjadi Saioh selama setahun dan akan berpartisipasi dalam berbagai acara, seperti kunjungan ke Gubernur Mie, Festival Doa Keselamatan, Festival perjalanan Saioh, Festival Plum, dsb.
Tentu tidak seperti dulu, Saioh terpilih tidak dilarang jatuh cinta dan menikah. Tradisi ini tentunya dilakukan hanya untuk menghargai kebudayaan leluhur. Pada malam tersebut, kita dapat merasakan kemeriahan festival, jajanan festival, acara musik tradisional, prosesi penobatan, hingga pesta kembang api.
Hari kedua dilaksanakan minggu pagi hingga sore hari. Hari kedua merupakan simulasi arak-arakan Saioh terpilih dari Kyoto ke Ise. Dulu, seorang Saioh ditandu dari Kyoto ke Ise melalui Saiku dan menghabiskan waktu selama enam hari lima malam. Kini, prosesi tersebut dilakukan di Saiku. Di taman Saiku, dibuat miniatur rute dari Kyoto ke Ise. Miniatur berupa bangunan-bangunan kecil, jalan setapak, dan jembatan, yang melambangkan rute dari Kyoto ke Ise. Biasanya, Gubernur Prefekture Mie, dan Walikota Saiku akan berperan menjadi Penguasa Ise. 



Penyerahan tanda Saioh, dari Saioh tahun lalu Ke Saioh tahun ini

Saioh tahun lalu, cantik euy

Kimono-kimono indah, yang pantas digunakan gadis Jepang

Saioh tahun ini, Selamat


1 komentar:

  1. Luar biasa, kebudayaan asli Jepang yang sarat akan makna dan sejarah :)

    BalasHapus