Minggu, 08 November 2015

Bulan Ketujuh: Odaigahara. Nara

Awal bulan oktober, tanpa angin dan hujan, ditengah sibuk-sibuknya saya mempersiapkan seminar di Jiangsu university, sensei tiba-tiba ngajak saya ke lapangan. Kali ini ke lokasi risetnya di Odaigahara, Perfektur Nara. Hai, ok desu, tanpa pikir saya langsung mengiyakan.

Kami pergi berempat, Saya, sensei, Okamoto-chan (anak tingkat empat, yang skripsinya di odaigahara), dan Ninomiya-kun (anak tingkat toga, yang jadi tukang angkut, sama seperti saya).

Singkatnya, riset tersebut tentang pengaruh tumbuhan sasa (dwarf bamboo, yang menjadi gulma) terhadap laju transpirasi air pada pohon spruce. jadi masang sensor di batang pohon spruce nya.

betewe, ini aja deh foto-fotonya....yang jelas Odaigahara ini tempat yang indah dan menjadi taman nasinal yang sangat terkenal di Jepang. Apalagi ke sininya pas autumn, daun-daun sudah mulai berubah warna.

Alkisah dulu ada topan yang menumbangkan spruce (cemara) lalu terjadi suksesi dwarf bamboo yang mengancam spruce

Add caption




hamparan dwarf bamboo


deer line, perhatikan pohon-pohon tersebut semuanya gundul bagian bawahnya tidak ada batang dan daun dan bisa ditari garis yang hampir lurus. penyebabnya, karena dimakan oleh rusa. Rusa di Jepang kini menjadi hama yang cukup mengkhawatirkan bagi kelestarian hutan


Dwarf bamboo







Tidak ada komentar:

Posting Komentar