Faculty of Bioresources, Mie Daigaku, Pagi hari
Pagi pukul 8 kami berempat sudah bersiap-siap untuk menuju kampus untuk kali pertama. Agenda kami hari ini adalah menemui Kang Candra yang akan mengantar kami menemui Tsukada sensei. Tsukada sensei akan mengantar kami mengurus berbagai administrasi, mulai dari kartu tinggal sementara, asuransi kesehatan publik, asuransi kesehatan kampus, enrollment, hingga menemui masing-masing profesor yang menjadi supervisor kami.
Saya dibuat takjub dengan pelayanan publik di kota ini, meskipun Tsu City ini bukanlah kota besar, namun PNS dan honorer nya bekerja dengan gesit, juju, jauh etos kerjanya di atas PNS di Pemda-Pemda di Indonesia.
Akhirnya, kami memperoleh layanan Asuransi dan kartu izin tinggal sementara, setelah diproses selama kurang lebih 11/4 jam saja.
Selepas dari Tsu City Hall, Tsukada sensei mentraktir kami ke warung Udon. Udon adalah sejenis mie Jepang, yang memiliki ukuran lebih besar dari ramen, Udon ini ada yang disajikan panas maupun dingin. Udon ini aman dikonsumsi muslim, karena bahan kuah nya dari ikan. Namun, tentu kita harus cermat memilih lauknya. Saya memilih tempura ikan sebagai lauk, yaaaa....bismillah saja, karena memang di sini, makanan berlabel halal cukup sulit ditemukan.
Selepa makan, kami menuju ruangan konferensi di fakultas kami, bioresources. Kami diminta mengisi Formulir terkait izin penggunaan asrama, dan biaya pendaftaran kuliah. Ketika akan mengisi formulir pedaftaran, hal yang cukup mengherankan terjadi, ternyata Mie University tidak menyediakan formulir berbahasa inggris bagi mahasiswa internasionalnya. Cukup menggelikan juga, karena seluruh formulir ditulis dengan huruf kanji. Akhirnya, kami dibantu mengisi oleh Tsukada sensei sendiri, dan ternyata ada seorang mahasiswi tingkat akhir yang bersedia ikut membantu, dia bernama Megumi. Megumi san ternyata pernah short stay mengunjungi IPB dan Unsri selama 1 minggu, bahasa inggrisnya pun cukup fasih. Setelah bersusah payah mengisi formulir pendaftaran, kami diajak menemui supervisor masing-masing. Saya sendiri diajak menemui Prof. Hiromitsu Kisanuki. Hal pertama yang ditanyakan Professor Kisanuki pada saya adalah, 'di mana anda membeli jaket The North face? Gubraaak, rupanya jaket ini harganya sangat mahal di Jepang, dan beliau ternyata penggemar hiking juga seperti saya.
Di lab profesor Kisanuki, saya diperkenalkan dengan mahasiswanya yang lain, rupanya beliau memiliki tiga puluhan mahasiswa S1, dan dua mahasiswa magister, jadi saya merupakan mahasiswa magister ketiga untuk tahun ajaran ini, dan satu-satunya mahasiswa international.
yah, setelah seharian, saatnya pulang, semoga ke depan, semua berjalan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar