Hari senin hingga rabu saya diajak sensei untuk ikut kuliah lapangan anak-anak undergraduated yang berlokasi di Hirakura forest station, yaitu hutan pendidikan milik Mie University yang memiliki luas kira-kira 400an hektar. Berhubung saya masuk ke departemen kehutanan, maka praktikum nya pun merupakan praktikum kehutanan. Ketika saya diberi rundown oleh sensei saya membaca praktikum yang dilakukan adalah memotong pohon dan memotong ranting untuk melindungi akar.
Karena saya bukan berasal dari s1 kehutanan saya berpikir praktikumnya hanya praktikum biasa. Ternyata mahasiswa ini benar-benar disuruh untuk memotong pohon. Bukan perkelompok, tapi satu orang harus mencoba menumbangkan satu pohon. Jadi, mahasiswa ini baik pria maupun wanita mereka harus bisa menebang pohon! Pohon yang ditebang pada hari pertama adalah pohon sugi (Cryptomeria japonica). Tujuan dari praktikum ini adalah melakukan penjarangan pohon agar pohon dapat tumbuh lebih besar. Pada hari terakhir mahasiswa diminta mengikatkan ranting pohon cyperus pada batang utama pohon-pohon komoditas yang masih kecil, tujuannya untuk melindungi agar tidak digigit oleh rusa, karena ranting cyperus tidak disukai rusa. Kegiatan ini dilakukan meskipun hari hujan. Suhu di tempat ini ketika hujan kemarin mencapai hanya sekitar 5 derajat saja. Jangankan saya, orang Jepang aslinya pun merasa kedinginan. Namun, mahasiswa ini tetap bersemangat mengikuti berbagai kegiatan. Sensei saya mengatakan, kegiatan menebang kayu ini bisa jadi merupakan pengalaman pertama bagi mahasiswa ini, namun semangat mereka sangat luar biasa.
Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari. Seusai kegiatan lapangan, kami pulang ke home base berupa mess yang memiliki fasilitas yang sangat memadai. Terdapat banyak kamar dengan empat ranjang tingkat setiap kamarnya. Setiap kamar dilengkapi pemanas. Namun, kamar mandi menggunakan sistem kamar mandi bersama ala orang Jepang. Jadi ketika mandi, beberapa orang akan telanjang bersamaan dalam satu ruangan. Tentu laki-laki dan wanita dipisahkan dalam ruangan berbeda. Terdapat dua ruang kelas di mess ini.
Satu hal yang akan selalu saya ingat dari kegiatan kuliah lapangan ini adalah kerapihan manajemen orang Jepang. Kegiatan kuliah lapangan ini benar-benar diurus oleh mahasiswa. masalah keuangan pun diurus mahasiswa dengan cara patungan untuk membeli bahan makanan yang dimasak oleh staf yang ada di mess (penginapan merupakan fasilitas kampus, jadi tidak perlu bayar). Bahkan, sensei pun ikut patungan. Kemudian, seusai kegiatan kuliah, ketika akan pulang, seluruh mahasiswa bergotong royong membersihkan mess, hingga menyikat toilet mess. Saya sendiri pun diminta menyapu kamar yang saya gunakan, Bahkan sensei pun ikut menyapu kamar sendiri. Sampah dari barang-barang yang dibawa dari Mie University juga dipack dan dipisahkan kemudian dibawa kembali untuk dibuang di kampus Mie University!
Kegiatan-kegiatan kuliah lapangan mereka mengingatkan saya pada film Woodjob!, film yang mengangkat kehidupan para pelaku industri kehutanan di Jepang, terutama para penebang kayu. Dan, guess what, ternyata film woodjob! juga dilakukan di mess dan hutan Mie University! :)
bah, pohon nu ente tebang mana? hahaha
BalasHapus